“Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu. Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat”. Efesus 5: 14-16

Ayat bacaan diatas saya highlight dengan huruf tebal untuk beberapa kata kerjanya bila disusun menjadi kalimat perintah akan seperti ini : “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan perhatikanlah dengn saksama, bagaimana kamu hidup, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat” kata tidur disini lebih kepada ketidak waspadaan atau terlena dengan gaya hidup yang serba modern terutama bagi kita yang tinggal di kota-kota metropolitan.

Coba perhatikan gerak senyap disekitar kita, banyak hal-hal yang mengejutkan ketika kita membaca atau mendengarkan berita-berita diberbagai media elektonik, penyakit sosial bertumbuh seperti jamur ada penggebrekan kegiatan homoseksual yang rame-rame di Jakarta, Lgbt yang minta di legalkan dan satu lagi ada perkembangan dunia AI (Artificial Intelligent) yang begitu pesatnya tanpa kita sadari dimana sudah mulai banyak diciptakan robot-robot yang sudah menyerupai manusia yang dapat berinteraksi layaknya manusia. Prediksi 10 tahun ke depan akan terjadi pernikahan antara manusia dan robot oleh orang-orang yang tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya atau mereka yang tidak percaya kepada diri mereka sendiri atau yang tidak percaya dengan jati dirinya lagi. Gereja setan sudah diresmikan di Detroit Amerika bulan July 2016 dengan jumlah pengikutnya yang luar biasa banyaknya bahkan mereka sudah menerbitkan alkitab setan ( The Satanic Bible or Rituals ) dan kehadiran Isis yang luar biasa kejamnya dengan membantai tanpa berkedip bagi yang tidak mau mengingkari imannya. Apakah Saudara sudah siap menghadapi semua itu ?

Melihat fenomena diatas saya berusaha untuk mengucap syukur bahwa penggenapan firman Tuhan akan dunia yang luar biasa jahatnya sudah ada di depan mata kita dan merupakan gejala tanda-tanda akhir jaman. Apakah kita sudah siap kalau tiba-tiba teman dekat atau keluarga kita hilang atau terangkat ( rapture ) ? Pertanyaannya : Mengapa mereka dapat terangkat (rapture) dan mengapa saya tertinggal ?

“Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya , sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” 2 Tim. 3 :12-17

Melalui surat Timotius ini kita semakin memahami apa yang sedang terjadi sekarang ini walaupun surat ini ditulis sudah beratus tahun yang lalu tetapi firman ini tetap hidup dimana fenomena yang kita bahas diatas sudah tertulis di dalam kitab Timotius ini. Kalau hari ini masih ada orang Kristen yang maunya dapat yang enak-enak seperti berkat dan kemakmuran, saya katakan bahwa anda akan menjadi bagian yang tertinggal tidak termasuk yang diangkat. Kehidupan orang Kristen yang sesungguhnya teraniaya didalam kehidupannya sehari-hari karena kita harus dapat menahan diri atas segala kebahagian atau kenikmatan dunia yang tidak henti-hentinya menggoda hati baik secara kasar atau secara halus. Disaat anda menjaga Nilai Hidup ( Value inside you ) yang telah dibentuk dari sejak kita mengenal firman Tuhan baik melalui kotbah, renungan harian atau pembelajaran alkitab sesungguhnya hidup kita teraniaya karena kita harus menjaga Nilai (Value) Hidup kita yang penuh dengan integritas sebagai orang Kristen.

Kita sebagai orang Kristen harus memahami pengajaran dari 2 Timotius 3 : 12 -17 karena didalamnya mengajarkan kepada kita beberapa kebenaran yang akan kita bahas antara lain :

1. Nilai Hidup

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”. Yohanes 15:5  ayat diatas sangat jelas memberitahukan bahwa nilai hidup anak-anak Tuhan baru akan berarti bilamana kita mau menjadikan Kristus yang berperan didalam kehidupan sehari-hari. Karena tanpa Kristus atau diluar Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa, maka perbuatan ‘baik’ yang kita lakukan hanyalah sebuah seromonial keagamaan saja. Yesus berkata, “Diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Kita dapat berkhotbah, berdoa, mengajar, bersaksi, memberi dan melakukan ratusan hal lainnya, sekalipun semua hal itu ditambahkan tetap saja tidak ada harganya di mata Allah bila kita tidak tinggal di dalam Kristus. Jangan terjebak dengan kehidupan yang berdasarkan hanya pada nilai-nilai etika saja tetapi Hiduplah oleh hidup-Nya. Barulah kita mempunyai sebuah Nilai Hidup seperti yang Kristus inginkan.

2. Spiritual Mindset

“Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh”, Galatia 5:25  Jika hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka pola berpikir kita akan mengalam transformasi dari kebiasaan berpikir atau bertindak secara duniawi berubah untuk hidup kudus dan tidak mendukakan Roh Kudus. Karena kita mengizinkan Roh Kudus untuk menguasai hidup kita maka kita tidak akan lagi menaklukkan diri kepada keinginan duniawi. Dengan mempunyai Spiritual Mindset bagi seorang Kristiani itu merupakan kesadaran seseorang untuk bersekutu dengan Roh Kristus, yang tidak bisa terputus oleh kedagingan dan dosa. Karena itu, Spiritualitas Mindset merupakan bagian orang percaya yang sudah dilahirkan kembali, yang memutuskan secara konsisten dan terus menerus untuk berserah serta diperbaharui oleh karya Roh Kudus. “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” Efesus 4:30

3. Holistic Power

“Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua”. Efesus 4: 3-5  Apa itu arti dari Holistik Power ? Yaitu satu kesatuan kumpulan yang saling mengikat satu dengan lainnya dan menjadi sebuah kekuatan yang tanpa batas. Sebagai contoh Saya bagi dalam 4 pola yang merupakan satu kesatuan yang maha dahyat yaitu : Pola Pikir, Pola Hidup, Proses Hidup dan Nilai Hidup. Untuk mempunyai Nilai Hidup yang benar dimata Tuhan seperti yang pernah dijelaskan diatas kita harus dapat menyatukan Pola Pikir Kristus didalam cara berpikir, Pola Hidup Kristus harus menjadi starndard hidup orang-orang percaya, demikianpun Proses Hidup kita harus sesuai dengan ajaran Kristus. Maka gabungan ke 4 pola tersebut akan menjadi luar biasa sangat powerful sekali seperti yang disampaikan oleh ayat diatas satu Tuhan, satu Iman, satu Baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh. Bersambung….